“PELAJARAN
JURNALIS DI KAMPUS STIDKI AL AZIZ”
![]() |
| Kampus STIDKI Al Aziz Batam |
Batam, STIDKI – Kampus
Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah dan Komunikasi Islam (STIDKI) Al Aziz Batam yang
terletak di Legenda Malaka dengan Prodi Ilmu Dakwah dan Penyiaran Islam
menyelenggarakan pendidikan Dakwah Komunikasi Islam, salah satu pelajaran yang
di masuk dalam kurikulum kampus adalah Jurnalis Pers yang diajarkan setiap hari
Rabu pada semester IV.
Rabu, (04/03), seluruh mahasiswa Stidki Al Aziz Batam
Semester IV berbondong-bondong datang ke kampus Sekolah tinggi Ilmu Dakwah dan
Komunikasi Islam (STIDKI) untuk mengikuti pelajaran Jurnalis Pers II pada jam
kedua (jam 20:30 – 22.00) setelah pelajaran Dasar-dasar
Produksi Radio usai. Dosen Pengasuh pelajaran Jurnalis yaitu Bapak Candra P.
Pusponegoro. Selain mengajar di STIDKI sekaligus sebagai "News Online Editorial di Media
Cetak Tribun Batam.
![]() |
| Mahasiswa STIDKI Al Aziz saat kuliah |
Pada saat jam pelajaran jurnalis pers berlangsung Dosen
(Candra P. Pusponegoro) memberikan pelajaran tentang bagaimana membuat sebuah
berita yang benar sesuai dengan kaidah jurnalistik kepada seluruh mahasiswa
yang hadir saat itu. Menurut salah satu mahasiswa yang benama “Suryadi” saat di
wawancara, pelajaran yang belum pernah di ajarkan selama di bangku sekolah sebelum
masuknya ke kampus STIDKI, pelajaran tersebut sangat di minati oleh mahasiswa
lainnya. Mahasiswa yang di wawancarai tersebut menyebutkan bahwa “ Pelajaran
ini sangat berguna bagi mahasiswa yang mengambil jurusan Dakwah dan Komunikasi
Islam dengan tujuan jika mahasiswa yang lulus dari Kampus STIDKI ini bisa menjadi
wartawan yang menjadi kode etik dan sebagai jurnalistik yang handal dalam
membuat sebuah berita yang sangat di minati oleh pembacanya” ujar Suryadi.
![]() |
| Suryadi Mahasiswa Stidki Saat Menjadi MC Acara Seminar Terbuka bersama Pakar Ekonomi DR. Rizal Ramli |
Mahasiswa yang berkulit sao matang ini (Suryadi), menambahkan
bahwa “pelajaran (jurnalis) ini baginya sangatlah mudah jika benar-benar di tekuni
dan benar-benar punya kemauan yang tinggi demi mencapai karir yang lebih baik
dan ilmu yang sangat berguna bagi seorang wartawan dan seorang Jurnalistik. Dan
yang paling di ingat adalah dalam membuat sebuah berita yang akan di muat dalam
surat kabar ataupun di manapun yang paling terpenting adalah jangan melupakan
rumus yang sudah tidak asing lagi bagi seorang penulis ataupun seorang
jurnalistik adalah unsur 5W + 1 H yang mempunyai singkatan yang sangat mudah di pahami,
misalkan 5W : What (apa), Why (kenapa), Who (siapa), Where (dimana), When
(kapan) di tambah 1 H : How (bagaimana)”, selain itu juga dalam membuat sebuah
berita juga perlu diperhatikan adalah cara penulisan dengan cara ‘Piramuda
Terbalik’ agar minat pembaca semaikin tertarik dengan berita yang di sampaikan”.
Dosen kami (Chandra P. P) kalau memberikan pelajaran jurnalis pers II kepada
mahasiswa yang sudah duduk di semester IV sangatlah mudah dan gampang di
pahami. Di samping itu juga dosen yang dengan gayanya santai dalam mengajar ini
bisa membawakan situasi dalam menyampaikan mata pelajaran yang di ajarkan
kepada mahsasiswa agar mahasiswa yang hadir tidak mengantuk dan serius dalam
menerima pelajaran jurnalis itu.
Dari pantauan wartawan kami yang langsung ke lapangan melihat, Kampus STIDKI yang berwarna
hijau tersebut di dalamnya bernuansa islam dan terletak persis di depan SMP
Negeri 12 Batam ini memang letaknya strategis walaupun luas tanah tidak
sebanding dengan banyaknya mahasiswa yang aktif di kampus tersebut. Namun kampus
ini adalah satu-satunya di Batam yang mempunya jurusan Dakwah dan Penyiaran Islam
demi menegakkan dakwah islam di saat era globalisasi datang dan tantangan
teknologi yang sudah merambah ke masyarakat Batam. Dengan hadirnya Kampus Islam
di Batam dapat memberikan warna baru dalam menciptkan pendakwah dan wartawan
yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT.
![]() |
| Ketua Yayasan "Ir. Hilalul Anshor" bersama Kepertise |
Dan saat kami jumpai ketua Yayasan Rihatul Jannah Batam “Ir.
Hilalul Anshor” membenarkan apa yang telah kami sampaikan melalui media ini dan
wawancara kami kepada salah satu mahasiswa Stidki Al Aziz Batam. Ketua Yayasan
Rihatul Jannah mengimbuhkan Stidki Al Aziz Batam ingin menciptakan generasi
pendakwah yang akan terjun langsung ke masyarakat dan mencetak orang-orang yang
berguna bagi nusa dan bangsa, dan kami akan menambah satu prodi lagi yakni “Managemen
Dakwah” melihat peminat dari calon mahasiswa yang mendaftar ke Kampus Stidki Al
Aziz Batam. (Adi)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar