Senin, 18 Mei 2015

PELAJARAN JURNALIS DI KAMPUS STIDKI AL AZIZ BATAM



“PELAJARAN JURNALIS DI KAMPUS STIDKI AL AZIZ”

Kampus STIDKI Al Aziz Batam
Batam, STIDKI – Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah dan Komunikasi Islam (STIDKI) Al Aziz Batam yang terletak di Legenda Malaka dengan Prodi Ilmu Dakwah dan Penyiaran Islam menyelenggarakan pendidikan Dakwah Komunikasi Islam, salah satu pelajaran yang di masuk dalam kurikulum kampus adalah Jurnalis Pers yang diajarkan setiap hari Rabu pada semester IV.

Rabu, (04/03), seluruh mahasiswa Stidki Al Aziz Batam Semester IV berbondong-bondong datang ke kampus Sekolah tinggi Ilmu Dakwah dan Komunikasi Islam (STIDKI) untuk mengikuti pelajaran Jurnalis Pers II pada jam kedua (jam 20:30 – 22.00) setelah pelajaran Dasar-dasar Produksi Radio usai. Dosen Pengasuh pelajaran Jurnalis yaitu Bapak Candra P. Pusponegoro.  Selain  mengajar di STIDKI sekaligus sebagai "News Online Editorial di Media Cetak Tribun Batam.

Mahasiswa STIDKI Al Aziz saat kuliah
Pada saat jam pelajaran jurnalis pers berlangsung Dosen (Candra P. Pusponegoro) memberikan pelajaran tentang bagaimana membuat sebuah berita yang benar sesuai dengan kaidah jurnalistik kepada seluruh mahasiswa yang hadir saat itu. Menurut salah satu mahasiswa yang benama “Suryadi” saat di wawancara, pelajaran yang belum pernah di ajarkan selama di bangku sekolah sebelum masuknya ke kampus STIDKI, pelajaran tersebut sangat di minati oleh mahasiswa lainnya. Mahasiswa yang di wawancarai tersebut menyebutkan bahwa “ Pelajaran ini sangat berguna bagi mahasiswa yang mengambil jurusan Dakwah dan Komunikasi Islam dengan tujuan jika mahasiswa yang lulus dari Kampus STIDKI ini bisa menjadi wartawan yang menjadi kode etik dan sebagai jurnalistik yang handal dalam membuat sebuah berita yang sangat di minati oleh pembacanya” ujar Suryadi.

Suryadi Mahasiswa Stidki Saat Menjadi MC Acara Seminar Terbuka
bersama Pakar Ekonomi DR. Rizal Ramli
Mahasiswa yang berkulit sao matang ini (Suryadi), menambahkan bahwa “pelajaran (jurnalis) ini baginya sangatlah mudah jika benar-benar di tekuni dan benar-benar punya kemauan yang tinggi demi mencapai karir yang lebih baik dan ilmu yang sangat berguna bagi seorang wartawan dan seorang Jurnalistik. Dan yang paling di ingat adalah dalam membuat sebuah berita yang akan di muat dalam surat kabar ataupun di manapun yang paling terpenting adalah jangan melupakan rumus yang sudah tidak asing lagi bagi seorang penulis ataupun seorang jurnalistik adalah unsur 5W + 1 H yang mempunyai singkatan yang sangat mudah di pahami, misalkan 5W : What (apa), Why (kenapa), Who (siapa), Where (dimana), When (kapan) di tambah 1 H : How (bagaimana)”, selain itu juga dalam membuat sebuah berita juga perlu diperhatikan adalah cara penulisan dengan cara ‘Piramuda Terbalik’ agar minat pembaca semaikin tertarik dengan berita yang di sampaikan”. Dosen kami (Chandra P. P) kalau memberikan pelajaran jurnalis pers II kepada mahasiswa yang sudah duduk di semester IV sangatlah mudah dan gampang di pahami. Di samping itu juga dosen yang dengan gayanya santai dalam mengajar ini bisa membawakan situasi dalam menyampaikan mata pelajaran yang di ajarkan kepada mahsasiswa agar mahasiswa yang hadir tidak mengantuk dan serius dalam menerima pelajaran jurnalis itu.

Dari pantauan wartawan kami yang langsung ke lapangan melihat, Kampus STIDKI yang berwarna hijau tersebut di dalamnya bernuansa islam dan terletak persis di depan SMP Negeri 12 Batam ini memang letaknya strategis walaupun luas tanah tidak sebanding dengan banyaknya mahasiswa yang aktif di kampus tersebut. Namun kampus ini adalah satu-satunya di Batam yang mempunya jurusan Dakwah dan Penyiaran Islam demi menegakkan dakwah islam di saat era globalisasi datang dan tantangan teknologi yang sudah merambah ke masyarakat Batam. Dengan hadirnya Kampus Islam di Batam dapat memberikan warna baru dalam menciptkan pendakwah dan wartawan yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT.

Ketua Yayasan "Ir. Hilalul Anshor"
bersama Kepertise
Dan saat kami jumpai ketua Yayasan Rihatul Jannah Batam “Ir. Hilalul Anshor” membenarkan apa yang telah kami sampaikan melalui media ini dan wawancara kami kepada salah satu mahasiswa Stidki Al Aziz Batam. Ketua Yayasan Rihatul Jannah mengimbuhkan Stidki Al Aziz Batam ingin menciptakan generasi pendakwah yang akan terjun langsung ke masyarakat dan mencetak orang-orang yang berguna bagi nusa dan bangsa, dan kami akan menambah satu prodi lagi yakni “Managemen Dakwah” melihat peminat dari calon mahasiswa yang mendaftar ke Kampus Stidki Al Aziz Batam. (Adi)




Tidak ada komentar:

Posting Komentar